• Kajian Kamisan Ke-7, New Generation Cooperative (NGC)

    Bagaimana koperasi pertanian di luar negeri bisa membangun pusat atau fasilitas pengolahan seperti pabrik? Apakah hanya kemampuan manajerial bisnis belaka atau melakukan rekayasa juga dalam kelembagaannya? Bagaimana anggota petani memperoleh nilai tambah dari pengolahan produk di lini off farm? Berbeda dengan koperasi pertanian di Indonesia yang fokus di on farm saja.

    Continue Reading
  • Expert Sharing Pertama, Value Chain Finance

    Value Chain Finance adalah pembiayaan dan intervensi lainnya yang dilakukan oleh lembaga keuangan dalam rantai pasok produk tertentu. Sebagian koperasi dan Credit Union di Indonesia telah mengembangkan model itu yang diwujudkan dalam bentuk pendampingan usaha anggota.

    Expert Sharing kali ini menghadirkan beberapa panelis dari praktisi dan aktivis rantai pasok solidaritas. Kegiatan telah dilaksanakan pada 15 Mei 2020. Materi dapat diunduh di sini.

    Continue Reading
  • Kajian Kamisan Ke-6, Koperasi Hibrida

    Banyak koperasi mengalami aneka perubahan, pada segi kelembagaan, modal, voting right dan variabel lainnya. Hal itu untuk menjawab dinamika internal dan tantangan eksternal. Bentuk itu menggambarkan model hibrida di koperasi.

    Kajian Kamisan Ke-6 mengangkat soal itu. Presentator kali ini adalah Dodi Faedulloh, Dosen Administrasi Publik, UNILA, Lampung. Kajian ini telah dilaksanakan pada 14 Mei 2020 yang lalu.

    Continue Reading
  • Kajian Kamisan ke-5, Peningkatan Modal Koperasi Konsumen Menggunakan Transferable Membership

    Kajian Kamisan ke-5 ini mengangkat tentang peningkatan modal khususnya pada koperasi konsumen dengan menggunakan skema transferable share. Sebagai pertimbangan, koperasi konsumen membutuhkan investasi tinggi dalam mengembangkan jaringan ritel/ swalayan.

    Continue Reading
  • Sarasehan Virtual Dampak Pandemi bagi Credit Union

    Sarasehan ini telah dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2020 yang lalu. Sarasehan diikuti oleh 76 peserta dari 107 pendaftar. Beberapa panelis yang hadir adalah: I Wayan Sujana (Ketua KSP TEB, Bali), Haryono Daud (Ketua CU Mekar Sai, Lampung), Heironimus Jolong (GM CU Sondang Nauli, Medan), Effendy Damanik (GM CU Harapan Kita, Medan), Pujiono (Ketua CU Bima, Kalimantan), Romo Karol Jamrevav (Ketua CU AHA, Ambon), Endy Chandra (Dirut PT. SKK) dan Agus Santoso (Staf Khusus Menteri Koperasi).

    Continue Reading
  • Kajian Kamisan Ke-3, Mengenal Model-model Koperasi Baru

    Model koperasi konvensional atau tradisional dinilai tak bisa menjawab tantangan eksternal: pasar yang semakin kompetitif, industrialisasi, kebutuhan modal atas kewirausahaan dan variabel lainnya. Sehingga berbagai model koperasi baru (new co-operative model) bermunculan menjawab kebutuhan, peluang sekaligus tantangan pada pasar yang terbuka.

    Kajian Kamisan Ke-3 ini membedah beberapa model koperasi baru yang tumbuh di luar negeri sejak 1990an. Ada enam model yang bisa menjadi inspirasi bagi kita. Namun satu hal yang pasti, no one model fits for all. Analoginya, kita butuh garpu untuk makan mie, kita butuh sendok cekung untuk makan bubur. Sayangnya, di Indonesia apapun makanannya kita diberi garpu.

    Dr. Nur Choirul Afif, dosen Manajemen Strategik dan Pengelola CIH FEB Unsoed telah memaparkannya pada Kamis, 23 April 2020 yang lalu. Diskusi diikuti oleh berbagai kalangan dengan latar belakang berbeda.

    Unduh Materi Paparannya di:

    Unduh Jurnalnya di: klik di sini

  • Kajian Kamisan Ke-2, Bedah Kasus Koperasi Fagor, Mondragon

    Koperasi Pekerja (worker coop) Mondragon merupakan salah satu koperasi kelas dunia yang pencapaiannya menjadi rujukan bagi yang lain. Per 2015, anggotanya mencapai 74 ribu orang. Sampai kemudian pada tahun 2013, salah satu anak perusahaan di bawah Mondragon Group, yakni Fagor, mengalami kebangkrutan.

    Ada beberapa isu yang dapat digali dalam kegagalan Fagor pada tahun itu. Anjel Errasti (2017) menelitinya secara mendalam. Mengambil pandangan dari perspektif Manajemen, Mondragon Group, Pihak Eksternal dan juga anggota. Salah satu sebabnya adalah isu pengambilan keputusan yang berjalan sangat lambat.

    Continue Reading
  • Kajian Kamisan Ke-1, Studi Kasus Instrumen Modal Koperasi di Australia

    Dalam rangka meningkatkan modal koperasi, khususnya pada sektor riil, pemerintah Australia membuat kebijakan Co-operative Capital Unit (CCU). CCU ini seperti laiknya Modal Penyertaan dalam konteks Indonesia. Namun bekerjanya seperti lembar saham.

    CCU mulai diujicobakan sejak tahun 1987 dan berangsur diimplementasikan oleh beberapa negara bagian di Australia. CCU ini bisa dimiliki oleh anggota dan non-anggota dengan ketentuan-ketentuan tertentu.

    Continue Reading
  • STARTUP SERIES 1# Ledakan Gelembung Startup, Siapa yang Akan Terdampak?

    Startup mengalami laju pertumbuhan yang massif tidak hanya di Indonesia tetapi juga di belahan dunia lainya. Semua mulai mencoba menyelesaikan persoalan dengan sebuah bisnis dengan konsep berbagi aset yang dimulai dari berdirinya perusahaan startup Uber. 

    Menurut Wilson Cuaca (Founder East Venture) Indonesia kini menjadi kiblat dari startup dunia dengan rangking nomor 5 jumlah startup terbanyak di dunia. Startup menjadi buzzword dikalangan millennial, mereka berusaha mengeluarkan ide terbaik mereka dan mencari inovasi dari permasalahan di sekitar. 

    Continue Reading
  • Prioritas Inovasi Koperasi Indonesia Mendatang

    Oleh: Firdaus Putra, HC.

    Prioritas inovasi koperasi yang pertama tak beda jauh dengan visi pemerintah sekarang, yakni membangun SDM Unggul. Riset yang dilakukan oleh Cooperative Innovation Hub (CIH) Lab. Koperasi dan UKM FEB UNSOED, bekerjasama dengan Kopkun Institute dan LPDB-KUKM menemukan 90,19% responden menjawab penting dan sangat penting soal inovasi pengembangan SDM. Riset itu telah dilaksanakan pada Oktober – November 2019.

    Riset awal ini bertujuan untuk memetakan status dan prioritas inovasi koperasi di Indonesia. Riset dilakukan dengan dua metode: survai online secara nasional dan wawancara mendalam di lima provinsi (Jakarta, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Barat dan Bangka Belitong). Ada 1050 responden yang berpartisipasi pada survai online yang tersebar di seluruh provinsi kecuali Papua. Kemudian 113 informan pada wawancara mendalam yang tersebar di lima provinsi dan 10 kabupaten.

    Continue Reading