• ICCI Serukan Agenda Inovasi di Silaturahmi Koperasi Besar Indonesia

    Ada tiga puluh koperasi dan lembaga yang diundang dalam silaturahmi berkala besar pada 13 Februari 2019. Sebutlah beberapa koperasi skala besar seperti Koperasi KISEL dengan aset 6 trilyun, Koperasi Kredit Lantang Tipo, Koperasi Kredit Pancur Kasih, Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (INKOWAPI) dan puluhan lainnya. Silaturahmi itu digagas untuk membangun kolaborasi antar koperasi besar di Indonesia.

    Firdaus Putra, HC. dan Novita Puspasari, HC., Komite Eksekutif ICCI menghadiri Silaturahmi Koperasi Besar yang digagas oleh Deputi Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM RI. Silaturahmi itu diselenggarakan di Ruang Rapat Deputi Kelembagaan di bilangan Jl. Rasuna Said, Jakarta.

    Dalam kesempatan itu Prof. Dr. Rully Indrawan menyampaikan tentang capaian koperasi Indonesia saat ini. Di sisi lain juga menyampaikan beberapa tantangan strategis mendatang. Ia menggarisbawahi beberapa hal, “Koperasi saat ini berada di lingkungan strategis yang berubah cepat. Karenanya untuk berkompetisi dengan pelaku bisnis lainnya, koperasi butuh citra positif yang dikerjakan bersama. Sehingga lewat silaturahmi ini, penting dibangun kolaborasi lintas gerakan koperasi untuk meningkatkan kontribusi koperasi bagi pembangunan ekonomi nasional”, terangnya membuka kegiatan.

    Pada kegiatan itu, Firdaus Putra, HC., menyampaikan beberapa hal, “Kami bicara soal masa depan, bukan masa lalu. Bahwa tantangan di masa mendatang lebih besar. Apa yang perlu didorong adalah agenda inovasi di gerakan koperasi. Hal inilah yang kita lupakan puluhan tahun yang lalu. Riset dan Pengembangan kita miskin, termasuk pengembangan model bisnis. Hasilnya, sebagian besar model bisnisnya konvensional”, ujarnya.

    Menurut Firdaus, inovasi di koperasi itu bisa dilakukan dalam beragam dimensi. Mulai dari kelembagaan, tata kelola, pemasaran, permodalan, layanan/ produk, keanggotaan dan adopsi teknologi. Bahkan, masih menurutnya, pada hal-hal yang lebih detail lagi seperti model bisnis, proses bisnis, metode kerja dan lainnya. “Dengan cara begitu barulah kita bisa menyegarkan koperasi, sehingga otot-otot kita siap merespon era Industri 4.0 ini”, sambungnya.

    ICCI juga menyampaikan agar koperasi-koperasi besar mulai aware dengan tumbuhnya startup digital. Melalui forum itu, ICCI mendorong agar koperasi besar mau menjadi angel investor bagi mereka. “Banyak startup di luar sana. Peluang itu harusnya diambil oleh koperasi-koperasi besar sebagai angel investor. Sehingga para startup itu masuk ke dalam ekosistem gerakan kita. Bukannya ekosistem yang kapitalistik. Saya pikir semua yang ada di ruangan ini memiliki cukup sumberdaya untuk melakukan itu”, sambungnya.

    Firdaus juga melaporkan bahwa ICCI telah memulai kerja inovasi itu dengan melakukan inkubasi beberapa model baru, yakni startup coop dan worker coop. Salah satu bentuknya adalah melalui Startup Coop Camp bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM Bidang SDM. “Alhamdulillah kemarin kami hadirkan dua investor dari gerakan koperasi: PT. SKK (Konsorsium Koperasi) dan INKOWAPI. Kemudian ada lima startup coop yang akan memperoleh investasi awal”, lanjutnya.

    Dalam kesempatan itu Koperasi KISEL hadir menyampaikan tentang program yang bica dikerjasamakan, yakni sebuah platform payment gateway yang bisa digunakan oleh berbagai koperasi. Presentasi selanjutnya dibawakan oleh Koperasi USB yang menyampaikan inovasi Rapat Anggota Online berbasis website. Pada kesempatan itu juga didemonstrasikan platform untuk melakukan Rapat Anggota Online tersebut. Harapannya inovasi itu bisa ditiru oleh koperasi lainnya. “Bila bapak-ibu menginginkan, bisa menggunakan platform RAT Online kami secara cuma-cuma”, terang Pengurusnya.

    Kegiatan itu juga dihadiri oleh Irsyad Muchtar, Sekjend Forum Koperasi Besar Indonesia dan Penulis Buku 100 Koperasi Besar Indonesia. Dalam kesempatan itu ia menyampaikan perlunya koperasi besar kolaborasi untuk membangun suatu proyek mercusuar. Ia lempar gagasan untuk membangun Cooperative Tower yang gedung dan sahamnya dimiliki oleh koperasi.

    Pada sesi terakhir, Neddy Rafinaldy, Sekjend Dekopin, menyampaikan tentang agenda perayaan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas). Kegiatan utamanya akan dilaksanakan di beberapa kota: Makassar, Jakarta dan puncaknya di Purwokerto. “Kami berharap agar semua koperasi besar ikut menyemarakkan perayaan tahunan tersebut. Kami juga bekerja keras untuk membuat perayaan ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya”, terangnya. []

Comments are closed.